Terang cuaca langit lazuardi, biru jernih dihiasi genera awan altokumulus yang tergantung di atmosfer, nampak seragam seperti bola-bola kapas yang bergandengan. “Cantik.” Sepasang manik menikmati pemandangan pagi, bibirnya tersungging berseri-seri. Sepantun mutia, ia cantik tak kalah dari yang ditilik. Lilyanna Batari, nama si gadis pemilik bola mata sani, yang sekarang telah berganti posisi dari berdiri pindah ke kursi, namun tetap di tempat tadi. Balkon rumahnya di lantai dua, tempat ia merenung sambil menatap surya maupun purnama. Si gadis duduk menunduk, terdiam sangat lama. Begitulah, mindanya kini memang sedang tidak baik-baik saja, meski sudah cukup tenang setelah melihat buana. 𝘋𝘳𝘳𝘵 𝘥𝘳𝘳𝘵 𝘥𝘳𝘳𝘵.... Getar telepon mengusik lamunnya, tertampak di layar nama sang pujangga hati yang mengikatnya sejak satu tahun yang lalu. Ia menarik nafas panjang, menerima panggilan dari pemuda yang memenuhi kepalanya selama satu minggu ini. “Assalamu’alaikum.” tutur Lily. Meski ada banyak...